Mengapa Puti jatuh cinta kepada Donni?
Di sebuah tempat konser band-band underground, Puti yang saat itu belum genap 17 tahun nonton sebuah band dengan nama yang tidak boleh disebutkan..., saat itu malam hari, tepatnya udah jam 10 malem Puti ngeliat konser band tersebut di tengah-tengah penonton yang kebanyakan masuk ke tempat itu tanpa tiket, sama seperti Puti. Puti pun saat itu tidak tahu kenapa ada di tempat itu, Puti hanya berniat untukberjualan kopi, mi instan, dan berharap ada yang mau beli...
Puti pun menerobos kerumunan manusia, yang udah pada bau sejenis minuman yang tidak dijualnya. Puti penasaran dengan penampilan awal sebuah band yang namanya tidak boleh disebutkan tadi. Dengan kata-kata yang tidak jelas dan penampilan kaya orang mau pergi ke neraka, vokalis band itu terus aja nyanyi, suaranya sangat maskulin,walau penampilan amburadul tapi tetep keren, dia ganteng...Namun, Puti tertarik dengan seseorang yang berada di sebelah orang ganteng tadi, ternyata dia pun tak kalah ganteng, cuma kurang menonjol aja, namanya juga gitaris, bukan vokalis...Puti terus aja ngeliat penampilan orang itu saat mainin gitar Gibson-nya, wah...Puti terpana liat penampilan orang itu, dia juga backing vokal ternyata, wuih...penampilannya rapih...rambut agak sedikit gondrong dan nggak sejabrik si vokalisnya, trus Puti seneng banget liat gitaris itu, pakaian yang dikenakannya adalah...jas jaman kolonial..jasnya juga agak panjang denagn kemeja Victorian yang agak rimpel2 di bagian dada, blom sepatunya juga necis ama bajunya..Pakaian yang dipakai sangat passss sekali denagn wajahnya! Yeah...wajahnya...hidung mancung, beungeut aristokrat, ada kumisnya dan sekelebat keliatan kalo di keningnya ada - yang kaloa orang Sunda bilang - 'sulah'.Puti pun berkata dalam hati, ".. wah ni orang artistik banget wajah dan penampilannya ...".
Namun belum sampai di situ, sebelum lagu berakhir, sang gitaris itu memainkan gitarnya, suara Gibsonnya makin melengking, lalu masuk suara vokalisnya lagi, berhenti dan si gitaris pun...menjatuhkan diri ke penonton, mata Puti agak sedikit terbelalak, namun sang gitaris tetep aja mainin gitar denagn sepenuh jiwa di atas lautan penonton. Puti, langsung tersenyum, merasa tergugaj, terpana, walaupun dia tidak kenal siapa laki-laki itu dan pria model apa gitaris itu sebenarnya tapi Puti telah menancapkan ingatannya pada pria rapih itu. Gila, pe-de banget cowok itu, menjatuhkan diri ke penonton! Tanpa ragu-ragu, permainan gitarnya juga menunjukkan kalo orang itu rajin latihan main gitar! Puti berpikir bahwa dia belum pernah dan tidak akan pernah lagi melihat pria setampan itu.
Sejak saat itu, Puti merasa hidupnya menjadi jelas juntrungannya, dan dia punya alasan untuk hidup denagn lebih baik....mungkin dan barangkali saja ini karena Puti pernah ikut training motivasi penjualan yang dibawakan motivator no.1 di Indonesia waktu masih belum jadi siapa-siapa...Puti ingat si trainer alias si motivator itu mennyuruhnya untuk menjatuhkan diri ke teman-teman sesama peserta training penjualan dari tempat yang lebih tinggi tanpa melihat ke arah teman-temannya peserta training itu, jadi jatuhnya harus ngebelakangin dulu, Puti saat itu udah sampai 3 kali instruksi untuk menjatuhkan diri gak mau menjatuhkan diri juga dan malah nangis saking nervousnya...dan akhirnya Puti mau menjatuhkan diri setelah ada kata-kata ajaib dari sang motivator dan Puti akhirnya percaya bahwa teman-temanya bakal menopang tubuhnya dan...akhirnya...Puti pun menjatuhkan diri dan mendapatkan perasaan yang luar biasa...
(bersambung a.k.a. to be continued...)
Puti pun menerobos kerumunan manusia, yang udah pada bau sejenis minuman yang tidak dijualnya. Puti penasaran dengan penampilan awal sebuah band yang namanya tidak boleh disebutkan tadi. Dengan kata-kata yang tidak jelas dan penampilan kaya orang mau pergi ke neraka, vokalis band itu terus aja nyanyi, suaranya sangat maskulin,walau penampilan amburadul tapi tetep keren, dia ganteng...Namun, Puti tertarik dengan seseorang yang berada di sebelah orang ganteng tadi, ternyata dia pun tak kalah ganteng, cuma kurang menonjol aja, namanya juga gitaris, bukan vokalis...Puti terus aja ngeliat penampilan orang itu saat mainin gitar Gibson-nya, wah...Puti terpana liat penampilan orang itu, dia juga backing vokal ternyata, wuih...penampilannya rapih...rambut agak sedikit gondrong dan nggak sejabrik si vokalisnya, trus Puti seneng banget liat gitaris itu, pakaian yang dikenakannya adalah...jas jaman kolonial..jasnya juga agak panjang denagn kemeja Victorian yang agak rimpel2 di bagian dada, blom sepatunya juga necis ama bajunya..Pakaian yang dipakai sangat passss sekali denagn wajahnya! Yeah...wajahnya...hidung mancung, beungeut aristokrat, ada kumisnya dan sekelebat keliatan kalo di keningnya ada - yang kaloa orang Sunda bilang - 'sulah'.Puti pun berkata dalam hati, ".. wah ni orang artistik banget wajah dan penampilannya ...".
Namun belum sampai di situ, sebelum lagu berakhir, sang gitaris itu memainkan gitarnya, suara Gibsonnya makin melengking, lalu masuk suara vokalisnya lagi, berhenti dan si gitaris pun...menjatuhkan diri ke penonton, mata Puti agak sedikit terbelalak, namun sang gitaris tetep aja mainin gitar denagn sepenuh jiwa di atas lautan penonton. Puti, langsung tersenyum, merasa tergugaj, terpana, walaupun dia tidak kenal siapa laki-laki itu dan pria model apa gitaris itu sebenarnya tapi Puti telah menancapkan ingatannya pada pria rapih itu. Gila, pe-de banget cowok itu, menjatuhkan diri ke penonton! Tanpa ragu-ragu, permainan gitarnya juga menunjukkan kalo orang itu rajin latihan main gitar! Puti berpikir bahwa dia belum pernah dan tidak akan pernah lagi melihat pria setampan itu.
Sejak saat itu, Puti merasa hidupnya menjadi jelas juntrungannya, dan dia punya alasan untuk hidup denagn lebih baik....mungkin dan barangkali saja ini karena Puti pernah ikut training motivasi penjualan yang dibawakan motivator no.1 di Indonesia waktu masih belum jadi siapa-siapa...Puti ingat si trainer alias si motivator itu mennyuruhnya untuk menjatuhkan diri ke teman-teman sesama peserta training penjualan dari tempat yang lebih tinggi tanpa melihat ke arah teman-temannya peserta training itu, jadi jatuhnya harus ngebelakangin dulu, Puti saat itu udah sampai 3 kali instruksi untuk menjatuhkan diri gak mau menjatuhkan diri juga dan malah nangis saking nervousnya...dan akhirnya Puti mau menjatuhkan diri setelah ada kata-kata ajaib dari sang motivator dan Puti akhirnya percaya bahwa teman-temanya bakal menopang tubuhnya dan...akhirnya...Puti pun menjatuhkan diri dan mendapatkan perasaan yang luar biasa...
(bersambung a.k.a. to be continued...)